SURVIVE & SUCCESS
Secangkir kopi menemani ku malam ini saat aku harus menyiapkan semua keperluan esok pagi,saat ku rasa semua sudah lengkap kubiarkan diriku terlarut dalam tidur ku untuk menutup hari ini.
Terik matahri membangunkan ku dari tidur ku,dengan bersemangat aku membuka mata dan berkata “semoga hari ini berjalan dengan lancar”. Hari ini aku harus pergi ke ulang tahun Lala anak manis yang hari ini menginjak usia 10 tahun. Aku kesana atas undangan Tedy kakaknya salah satu teman kampus ku.
Aku sampai lebih awal di rumah Tedy,sampai menunggu semua undangan yang akan menghadiri acara ultah nya Lala,aku mempersiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan. Satu per satu undangan pun datang menyapa ku dengan sebuah senyuman, aku suka sekali melihat anak kecil senyum polos mereka membuat aku selalu punya semangat lebih untuk menjalani hidup ku ini.
Kecintaan dan keramahan ku pada anak-anak membuat mereka selalu tersenyum melihat apa yang aku lakukan di pesta itu. Pestanya tidak jauh berbeda dengan pesta ultah pada umumnya,tapi ini lah yang membuat aku selalu bertahan akan hidup ku ini.
Hari berganti dan aku harus kembali pada aktifitasku,aku adalah mahasiswa fakultas hukum semester 6, aku mencoba mempelajari tentang arti keadilan dalam kehidupan.
Sudah 2 tahun terakhir aku mencoba meringankan beban orang tuaku dengan kerja sambilan ku ini,dan aku bersyukur semuanya masih dapat berjalan dengan amat sangat baik sampai saat ini. Aku bahagia menjalani ini semua, mencoba memandirikan diri sendiri untuk bertahan dalam satu keadaan.
Secangkir kopi selalu menemani disetiap hari ku,kopi membuatku selalu merasa rileks dan penuh inspirasi dalam menjalani hidup.
Satu ketika rasa ketertarikan ku muncul pada seorang wanita yang bernama Wulan yang tidak lain adalah kakak sulung dari teman baik ku Bowo. Awal dari ketertarikan ini adalah rasa kagum ku terhadap sosok seorang Wulan ,di usianya yang 2 tahun lebih tua dariku dia sudah menjabat sebagai seorang manager di salah satu perusahaan finance yang cukup terkenal.
Hal itu menunjukan bahwa di balik kecantikan fisiknya,dia juga seorang yang smart dan bertanggung jawab pada apa yang dia kerjakan. Tapi aku tetaplah serang aku,seseorang yang mungkin hanya populer di mata anak- anak.
Cukup sudah bermimpi untuk dapat memiliki cinta seorang Wulan,dari segala kesederhanaan yang aku punya sekarang rasa nya untuk memiliki cintanya amatlah tidak mungkin,mungkin nanti ketika aku sudah menjadi seorang pengacara terkenal baru aku bisa memiliki cintanya.
Weekand kali ini aku mendapat tawaran pekerjaan seperti biasanya aku harus berada diantara anak-anak manis. Dinda putri kecil yang hari ini genap berusia 9 tahun mengundangku di pesta ultahnya,seperti biasanya aku berusaha membagikan keceriaan di tengah suasana yang ada.
Saat semuanya ku kira bejalan dengan amat sangat baik,betapa terkejutnya aku ketika melihat sosok soerang Wulan hadir di tengah anak-anak dan terlihat begitu akrab bersama pak Tomy ayahnya Dinda yang adalah direktur di tempat Wulan bekerja. Ingin rasa nya aku lari dari pesta tersebut yang membuat aku terjebak pada satu keadaan malu yang sangat luar biasa. Apa jadinya jika seorang Wulan melihat ku ada di pesta ultahnya Dinda dengan perut membuncit,wig kribo di kepala,dan hidung bulat yang merah. Maklum inilah sosok seorang mahasiswa hukum semester 6 yang berprofesi sebagai badut panggilan.
Lalu semua terjadi begitu saja hari yang berat itu telah berlalu,saat aku mulai kembali untuk melanjutkan semuanya agar menjadi lebih baik. Kejadian itu tak membuat aku harus berhenti bekerja sebagai badut panggilan.
Kecintaan ku pada sosok anak kecil membuat aku selalu bertahan sambil berharap kejadian serupa tidak terulang saat seorang Wulan melihat aku dengan perut buncit ku.
Hari demi hari berlalu begitu saja menyisakan kesibukan ku yang sekarang sedang mempersiapkan tugas akhir dan skripsi ku. Apa yang ingin aku tulis adalah sebenarnya apa yang aku rasakan sendiri aku mencoba membagi kisah ku dengan orang lain.
Secangkir kopi kembali menemani ku malam ini mencoba mencari inspirasi dari secangkir kopi yang mengeluarkan aroma tajam menusuk hidung membuat malam semakin larut sampai akhirnya ide yang tak kunjung datang membawa ku terlelap tertidur.
Sampai pada saat- saat yang paling menentukan yang harus aku jalani yaitu saat aku harus ada di sidang skripsi ku. Dengan lantang aku menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji. Sampai aku tahu bahwa aku akan segera di wisudakan di awal bulan Juni tahun ini.
Melompat kegirangan lah aku,semua hal yang telah aku kerjakan selama ini berbuah hasil yang manis,aku bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Akhirnya aku mendapatkan gelar sarjana hukum dari apa yang telah aku perjuangkan.
Ini yang membuat aku tidak pernah malu lagi saat banyak kesempatan aku berjumpa dengan Wulan. Kini aku bekerja sebagai pengacara,aktif di berbagai LBH dan di berbagai kegiatan sosial. Benar –benar perjuangan ku dulu berbuah manis,bertahan dalam kemandirian yang mendisiplinkan aku saat ak ada di dunia kerja seperti sekarang ini.
Sekarang saatnya aku mulai memperjuangkan rasa cinta ku terhadap Wulan,dulu mungkin aku sangat malu dengan keadaan ku,tapi sekarang aku lebih percaya diri dengan apa yang aku punya.
Di banyak kesempatan aku bekerja sama dengan Wulan hal ini yang membuat rasa yang aku rasakan semakin menjadi jadi,kekaguman ku terhadap sosok Wulan memang tidak salah,seperti dugaan ku dia memang wanita yang smart.
Dari hari ke hari aku merasa makin dekat dengan wulan dan merasa sangat nyaman dengan keadaan ini. Ingin rasanya aku mengungkapkan perasaan ku, tapi aku butuh waktu yang lebih baik agar semua terasa tepat untuk di katakan.
Sampai satu ketika Bowo teman baik ku adik Wulan menelpon ku dan memintaku untuk kembali bekerja sebagai badut panggilan di pesta ultah keponakannya. Sulit untuk aku menolak tawarannya karena Bowo adalah teman yang paling mengerti keadaan ku.
Akhirnya tanpa berpikir lagi aku menyanggupinya sambil berkata ini untuk yang terakhir kali aku melakukan pekerjaan ini. Seperti biasa kopi menjadi teman setia ku untuk mempersiapkan semuanya,mulai dari wig kribo warna warni,perut buncit,baju badut, dam hidung merah yang menjadi andalan ku,ku persiapkan malam itu juga.
Dengan senang hati aku membantu sosok teman terbaik ku,sampai dengan saat yang telah di janjikan itu tiba.
Aku sampai pada alamat yang telah Bowo berikan kepada ku,sesaat aku heran kenapa aku tidak merasakan suasana pesta seperti biasanya apa yang aku rasakan saat menjadi badut di tempat lain.
Tak lama kemudian hal yang paling mengejutkan terjadi,sosok seorang Wulan muncul dari balik pintu yang ada di depan ku. Aku sangat terkejut akan kejadian tersebut,hal yang membuatku tidak dapat berkata apa-apa dan terbata bata ketika harus menjawab sebuah pertanyaan.
Disadari atau tidak Bowo telah mempermainkan ku,tapi dengan lembut Wulan berkata ini adalah permintaan ku,maafkan karena aku yang menyuruh Bowo untuk melakukan ini.
Bowo sudah menceritakan semuanya,kau sadari atau tidak aku melihat mu di pesta ultahnya Dinda,aku kagum dengan perjuangan mu untuk hidupmu aku merasa bangga bisa dekat dan mengenal mu,kamu adalah contoh seorang pekerja keras yang pernah aku kenal,kata Wulan kepadaku.
Aku sangat tersanjung mendengarnya,merasa ini adalah waktu yang tepat untuk aku menyatakan perasaan ku,aku pun menyatakan kekaguman ku dan rasa cintaku selama ini pada Wulan. Aku sangat berharap Wulan mau menerima cintaku,Wulan diam sejenak sebelum menjawab semua kata-kata ku barusan.
Aku terdiam sambil menunggu Wulan untuk menjawab,aku sudah mengantisipasi hal ini,dan ini juga yg membawa aku pada malam ini. Aku bukanlah orang yang tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan apalagi kau memberi aku semua perhatian mu,tapi inilah takdir yang tak mengizinkan kita untuk bersama, aku akan melangsungkan “PERNIKAHAN” bulan depan, jawab Wulan padaku.
Aku sangat terkejut dan berusaha menerima semua apa yang dikatakan oleh seorang wanita yang amat aku cintai. Aku suka akan kamu yang seperti ini,aku suka kamu yang apa adanya terlepas dengan semua yang telah kamu miliki saat ini, maka itu aku ingin mengatakan semua ini dengan dandanan mu sebagai badut,yang seakan tidak pernah perduli dengan pemikiran orang lain tentang dirimu kata Wulan padaku.
Aku hanya terdiam menanggapi semua ini,Wulan memanglah tetap Wulan yang berhak memilih apa yang harus ia jalani,termasuk untuk tidak memilih aku menjadi pendamping hidup nya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk datang ke pernikahan Wulan ditemani dengan hidung merah ku in,dengan kata lain aku akan kesana dengan dandanan badut ku ini dan berbagi senyuman bagi semua orang.
Ocin, sekilas gw jadi inget lagu manusia bodoh nya ada band, hehee.. Badut-badut gitu.. Keren2,, tapi ini bagusnya lo jadiin novel deh,, kaya terlalu sayang kalo ide lo yang banyak n wah itu cuma sebates dibuat cerpen singkat kaya gini..
BalasHapusOh ya,,di beberapa tempat kalo mslnya ada subjek yg ngmng,mending pake tanda petik (") buat hindarin kerancuan.. Kalo ga mau pake tanda petik, kata "aku" nya harus tetep buat si badut sepanjang cerita, jgn tiba2 kata "aku" nya itu jadi si cewenya.. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮..
Itu aja sihh,, keren2..
Update terus blog lo ya.. :)
.Njel.
thanks angel comment nya.. hehe
BalasHapussip lah....